Apakah tes buta warna itu penting? Mengapa harus ada tes buta warna? Mungkin sekilas ada pertanyaan-pertanyaan semacam itu yang ada di benak kalian, karena mungkin sebagian dari kamu menganggap tes buta warna itu tidak terlalu penting dan tidak wajib. Namun dalam beberapa kondisi, tes buta warna bisa menjadi hal yang wajib terutama ketika kamu akan mendaftar ke instansi ataupun perusahaan. Apalagi jika bidang pekerjaan yang kamu lamar adalah pekerjaan yang membutuhkan tingkat akurasi warna yang tinggi sehingga harus bisa membedakan warna.

Tes buta warna di lakukan jika di perlukan untuk anda yang akan melamar di perusahaan maupun di instansi seperti melamar CPNS (Calon pegawai negri sipil). Biasanya tes buta warna memiliki beberapa jenis dan berbeda-beda.

Contoh Tes Buta Warna

Untuk itu berikut beberapa contoh tes buta warna yang perlu kamu ketahui.

Tes buta warna ishihara

Metode tes buta warna yang satu ini merupakan metode test buta warna yang ditemukan oleh optalmologis asal jepang yang bernama shinobu ishihara. Maka dari itu metode tes buta warna yang satu ini di namakan sebagai tes buta warna ishihara. Tes buta warna satu ini merupakan tes buta warna yang cukup popular dan banyak di gunakan di manapun dan di Negara manapun Karena tingkat keakuratannya yang cukup tinggi.

Tes ishihara ini mempunyai 24 halaman yang masing-masing halaman memiliki beberapa angka yang berbentuk titik-titik yang terdapat dalam lingkaran warna. Biasanya tes buta warna ishihara ini bisa mendeteksi mata normal, mata dengan buta warna parsial maupun mata dengan buta warna total atau keseluruhan. Untuk melakukan tes buta warna ini kamu bisa datang langsung ke dokter mata terdekat dari rumah kamu.

Tes Hue

Tes buta warna yang satu ini cukup unik dan berbeda dari tes buta warna yang lainnya, tes hue ini memiliki 85 gradasi warna yang tersusun dalam beberapa baris namun biasanya tersusun dalam 4 baris. Cara melakukan tes ini adalah dengan mengurutkan beberapa warna sesuai dengan gradasinya, biasanya warna gradasi yang lazim di gunakan adalah warna gradasi pelangi seperti merah, kuning, hijau, biru, jingga, nila dan ungu.

Dokter akan menjumlahkan hasil dari gradasi warna yang kamu pilih, sehingga akan terlihat seberapa berat buta warna yang kamu derita. Biasanya orang dengan buta warna akan kesulitan dalam menyusun gradasi sehingga hasil nilainya akan sedikit dan terindikasi memiliki gangguan buta warna.

Tes buta warna anomaloskopi

Jika tes buta warna lainnya menggunakan media berwarna secara fisik untuk mengetes gangguan buta warna pada mata, Namun tes buta warna anomaloskopi ini berbeda dengan tes buta warna pada umumnya. Hal ini di karenakan tes buta warna anomaloskopi ini merupakan tes buta warna yang menggunakan sebuah alat yang sudah termasuk canggih.

Alat ini merupakan alat yang bentuknya menyerupai mikroskop, Kemudian cara untuk mengetes buta warna ini adalah dengan menempelkan mata pada bagian yang telah di sediakan. Setelah itu, kamu di minta untuk menyesuaikan warna yang ada dalam alat anomaloskopi ini yakni dengan cara memutar beberapa tombol yang ada pada alat tersebut.

Demikianlah beberapa jenis tes buta warna yang perlu kamu ketahui, ketiga metode tes buta warna tersebut sudah cukup akurat dan banyak di gunakan di manapun sesuai dengan kebutuhan tes buta warna tersebut masing-masing.

share