Pakar PendidikanSejarah Sistem “Full Day School” dan Penerapanya. Era pergantian menteri pendidikan yang baru langsung berefek pada program baru dari menteri pendidikan kita yang baru. Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini baru-baru ini mengeluarkan wacana Full day school, pada dasarnya full day school ini sendiri berawal dari amerika serikat pada tahun 1980-an yang dimulai dari jenjang sekolah taman kanak-kanan kemudian naik pada tingkatan sekolah yang lebih tinggi hingga sampai pada sekolah menengah atas. Latar belakang munculnya sendiri program ini adalah karena semakin banyaknya ibu-ibu yang memiliki anak berusia dibawah 6 tahun dan juga kebanyakan dari ibu-ibu pada saat itu memiliki profesi diluar rumah sehingga peningkatan aspek kehidupan yang membuat munculnya program pendidikan ini, oleh karena itu banyak ibu-ibu kemudian yang menginginkan anak-anak mereka memiliki nilai akademik yang baik agar dapat melanjutkan pada jenjang berikutnya serta dapat pula mengatasi masalah-masalah kemajuan zaman.Harapan yang kemudian lahir dari program ini pada dasarnya adalah dengan memasukkan anak-anak mereka pada full day school, orang tua tidak perlu khawatir anak-anak mereka melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat ketika berada diluar sekolah dan tidak berada juga dirumah sehingga ketika mereka berada disekolah hingga sore membuat anak-anak hanya menghabiskan waktunya untuk belajar dan sorenya mereka bisa kembali berkumpul bersama keluarga.

Sejarah Sistem "Full Day School" dan Penerapanya

Sejarah Sistem “Full Day School” dan Penerapanya

Banyak dari masyarakat mengira bahwa yang namanya sistem pendidikan sehari penuh atau full day school itu merupakan model atau sistem pendidikan yang baru dan untuk pertama kalinya diterapkan diindonesia. Namun kenyataannya sistem ini sudah ada sejak lama yaitu sistem yang digunakan di pondok pasantren. Pada umumnya siswa-siswi pada pondok pasantren akan belajar seharian penuh untuk mempelajari pengetahuan agama islam selain pengatahuan agama lainnya.Diindonesia sendiri sebenarnya sekolah yang menggunakan sistem seperti ini adalah sekolah-sekolah yang berbasis agama dan sekolah internasional maupun sekolah nasional yang mengharuskan siswanya untuk tinggal diasrama. Menurut salah satu pakar Sismanto Full day school merupakan model sekolah umum yang memadukan sistem pengajaran islam secara intersif yaitu memberi waktu tambahan waktu khusus untuk pendalaman keagamaan siswa, dan biasanya jam tambahan ini berlaku setelah siswa pulang sekolah.

Sistem ini sebenanya memiliki kurikulum inti yang sama denga sekolah lainnya, namun yang membedakan adalah sekolah ini memiliki kurikulum lokal. sehingga kondisi dari siswa sendiri diharapkan lebih mantang dalam bidang akademik maupun non akademik. Sebenarnya penerapan dari sistem ini memiliki beberapa alasan, berikut alasannya :

  1. Pengaruh globalisai yang memilik dampak negatif terhadap perkembangan kepribadian siswa.
  2. Full day school sebenarnya menjadi solusi tepat menghadapi globalisasi yang semakin hari semakin meningkat
  3. Memberikan bekal pengatahuan agama yang lebih mendalam kepada siswa.
  4. Dapat mendorong tercapainya program penjaminan mutu sekolah.
  5. Dapat mengoptimalkan tugas para guru
  6. Sekolah menjadi terlihat fungsinya sebagai sentra pendidikan ditengah-tengah masyarakat.
Menerapkan sistem full day school sendiri pada dasarnya itu tidak mudah ada kemudian beberapa hal yang harus dipenuhi diantaranya adalah :1. Faktor budaya
2. Kebiasaan Masyarakat Setempat
3. Ekonomi
4. Kesiapan sarana dan prasarana pendidikan

Demikian artikel Sejarah Sistem “Full Day School” dan Penerapanya semoga bisa bermanfaat buat teman-teman sekalian apa sebenarnya full day school itu sendiri.

share